Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil. Selain itu malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja.

Penyebab malaria adalah Parasite plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Dikenal 5 macam spesies Plasmodium yaitu : Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae dan Plasmodium knowlesi.

  1. Jenis Malaria
  • Malaria Falsiparum

           Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Gejala dema m timbul intermitten dan dapat berlanjut. Jenis malaria ini paling sering menjadi malaria berat yang menyebabkan kematian.

  • Malaria Vivaks

           Disebabkan oleh Plasmodium vivax. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 2 hari.

  • Malaria Ovale

           Disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis biasanya bersifat ringan. Pola demam seperti pada malaria vivaks.

  • Malaria Malariae

           Disebabkan oleh Plasmodium malariae. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 3 hari

  • Malaria Knowlesi

           Disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. Gejala demam menyerupai malaria falsiparum

  1. Gejala malaria

Gejala demam tergantung jenis malaria. Sifat demam akut yang didahului oleh stadium oleh stadium dingin (menggigil) diikuti demam tinggi kemudian berkeringat banyak. Gejala lain seperti nyeri kepala, mual, muntah diare, pegal-pegal dan nyeri otot. Gejala tersebut biasanya terdapat pada rang-orang yang tinggal di daerah endemis.

  1. Bahaya Malaria
  • Jika tidak ditangani segera dapat menjadi malaria berat yang menyebabkankematian
  • Malaria dapat menyebabkan anemia yang mengakibatkan penurunan kualitas
  • Malaria pada wanita hamil jika tidak diobati dapat menyebabkan keguguran, lahir kurang bulan (premature) dan berat badan lahir rendah ( BBLR) serta lahir mati
  1. Pencegahan Malaria

Upaya pencegahan malaria adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria mencegah gigitan nyamuk, pengendalian vector dan kemoprofilaksis. Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu berinsektisida, repelen, kawat kasa nyamuk dan lain-lain.

Penyakit Malaria di Kota bengkulu saat ini bukan lagi penyakit endemis karena Kota Bengkulu sudah eliminasi Malaria. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan sertifikat bebas Malaria yaitu berupa kegiatan melaksanakan pemetaan wilayah endemis malaria,pelatihan mikroskopis malaria bagi tenaga mikroskopis, pelatihan e-sismal bagi tenaga surveilans malaria puskesmas, bimbingan teknis malaria dan penyelidikan epidemiologi di puskesmas, serta pembentukan tim eliminasi malaria tingkat kecamatan dan kelurahan dan lain-lain.

Syarat untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria yaitu, Annual Parasite Insiden < 1 per 1000 penduduk, Slide Positivity Rate < 5 % , tidak ada kasus Indigenous 3 (tiga) tahun berturut-turut.Kota Bengkulu telah memenuhi semua syarat tersebut pada tahun 2019 dan menerima serifikat eliminasi malaria pada tahun 2020. Namun untuk  mempertahankan status bebas malaria, tetap harus dilakukan pemeriksaan suspek malaria, surveilans migrasi, penyelidikan epidemilogi kasus malaria impor,pemetaan reseptifitas, pelatihan tenaga surveilas puskesmas dan lainnya.

Berikut gambaran situasi malaria sebelum eliminasi hingga sekarang.